" Assalammu'alaikum Wr. Wb. "

" Assalammu'alaikum Wr. Wb. "..." Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam selalu tercurah keharibaan Rasululloh SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya hingga akhir jaman. Salam Sejahtera dari Keluarga Besar Puji Setiyono " " Semoga Allah selalu mencurahkan kepada Kita Rahmat, Taufiq, Hidayah, Karunia dan Rejeki-NYA serta meningkatkan Iman Taqwa dan Ibadah serta memberi jalan yang terang. " " Bagi yang saat ini sedang sakit semoga segera sembuh, bagi yang sedang dalam kesulitan, semoga segera memperoleh jalan keluar terbaik, lepas dari kesulitannya ". " Tiada yang lebih Indah di Dunia ini selain Jalinan Persaudaraan dan Kasih Sayang, Terimalah blooger (Jalan Menuju Sukses Dunia & Akhirat) Puji Setiyono' ini sebagai Tanda Kasih Sayang dan Jalinan Persaudaraan Kami untukmu Wahai Saudaraku. " " Semoga dengan membaca isi blooger ini, memperoleh khazanah Ilmu yang bermanfaat untuk Dunia dan Akhirat, karena dengan mambacalah, Hikmah itu terkuak, yang kemudian Kita amalkan untuk menuai berbagai Kebajikan dan Kemuliaan disisi Allah SWT. " " Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada Kami Ilmu-MU, Rejeki-MU,RahkmatMu, yang tiada habis2nya dan berguna untuk Kehidupan Kami di Dunia ini menuju Syurga-MU, ……“”Amiin””……

Selasa, 20 Juli 2010

"Kiat Sukses: Semua Menjadi Kecil"

Kiat Sukses: Semua Menjadi Kecil
Sebuah artikel yang cukup menarik yang membahas tentang mengangungkan Allah dan semuanya menjadi kecil. Hanya Allah yang Mahabesar, yang lain kecil. Tentu saja kenyataan ini akan memberikan suatu mindset kepada kita yang akan menjadi landasan kita dalam menjalani hidup.
Dalam artikel diatas (silahkan baca), dijelaskan bagaimana mengagungkan Allah akan menjadi bekal hidup kita. Dunia akan terlihat begitu kecil. Tidak ada lagi yang perlu ditakuti di dunia ini karena semuanya begitu kecil, ditambah lagi dengan kenyataan kalau hidup di dunia ini adalah fana.
Saat kita melihat bahwa dunia ini kecil, penglihatan ini akan menjadi bekal kita dalam meraih sukses dunia akhirat. Ada dua hal yang perlu kita sadari.
Pertama. Dunia begitu kecil memberikan peringatan bagi kita, bahwa kita jangan HANYA mencari dunia saja. Dunia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Sungguh, sebuah kerugian besar jika kita HANYA konsentrasi untuk dunia saja. Kita perlu memiliki visi sukses dunia akhirat.
Mengapa saya menulis kata “HANYA” dengan huruf besar? Ini sebagai penekanan bahwa yang tidak boleh itu adalah kita HANYA memiliki tujuan dunia saja. Namun jika kita memiliki tujuan dunia (tanpa hanya), itu adalah boleh bahkan harus selama dalam rangka meraih tujuan akhirat.
Kedua. Saat kita melihat dunia begitu kecil, bukan berarti kita harus menjauhi dunia. Justru harus memberikan motivasi tersendiri bagi kita bahwa untuk mendapatkan dunia itu adalah mudah. Jika kita merasa sulit mendapatkan dunia, artinya ada masalah dengan diri kita. Bukan dunia yang besar, tetapi diri kita yang terlalu kecil dibanding dunia.
Melihat dunia yang “kecil” artinya kita memiliki pikiran yang besar. Kita memiliki pikiran yang positif tentang meraih keberhasilan dunia. Orang yang berpikiran positif tidak akan pernah mengatkan bahwa untuk meraih keberhasilan dunia ini berat atau sulit. Jika kita masih melihat bahwa untuk meraih keberhasilan itu sangat sulit, artinya kita perlu membenahi pikiran kita.
Orang yang berpikiran positif akan memiliki suatu pola pikir: “Jika Allah yang Mahabesar menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya kecil dimata Allah. Semuanya mudah dimata Allah.”
Tentu saja, ada kunci untuk mendapatkan kebesaran Allah ini, yaitu setelah kita menggantungkan semua pertolongan dan perlindungan kepada Allah semata. Katakanlah:
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. Ali Imran: 173)

"Kesuksesan Manusia"

Kesuksesan Manusia
Hari ini saya bertemu dengan teman Leting saya di kantor, dia menceritakan tentang keberhasilan seseorang yang masih muda, dan umurnya tidak jauh dari aku. Orang ini sukses meraih sertifikasi jaringan computer sampai keluar negeri, mendengar kesuksesan orang itu aku menjadi terpikir bahwa aku juga harus bisa seperti dirinya. Sejenak aku mengingat semua pekerjaanku setelah aku menamatkan kuliah ku dari sebuah Universitas Respati Indonesia, Fakultas Ekonomi Manajemen tak terasa aku sudah berumur hampir 29 tahun dan sudah hampir Lima tahun aku menjalani hari-hariku sebagai TNI AL, Selama ini aku melihat perjalannanku dengan membandingkannya terhadap dua hal yaitu : kesuksesan dan kegagalan orang lain. Satu hal yang sering menyesatkan hidup ini adalah apabila kita membuat orang itu menjadi sumber iri hati dan rasa sombong. Dalam hidup ini kita harus membuat visi dan misi serta strategi yang jelas, semua itu kita peroleh akibat pengaruh lingkungan kepada kita. Hidup tanpa visi dan misi serta strategi yang jelas hanya akan menimbulkan “penyesalan hidup”, penyesalan hidup ini timbul karena dalam menjalani hidup ini karena nafas dan jiwa tidak sejalan. Saya mengatakan nafas dan jiwa tidak sejalan karena dalam melangkah untuk menjalani hari-hari akan ditentukan oleh rasa yang bergejolak dalam hidup, rasa yang timbul itu adalah rasa tidak senang akan orang lain.
Hampir 29 tahun hidup di dunia ini, visi dan misi yang dibuat strategiku mulai jelas. Hal inilah yang sering membuat aku dipengaruhi oleh lingkungan, dimana aku ingin menyaingi yang tua, dan disisi yang lain aku sudah dilewati yang muda. Terkadang saya menyibukkan diri dengan belajar yang lebih tinggi atau teknologi yang baru, Dalam hidup ini saya berusaha menghargai waktu, dimana saya punya rencana setiap akan melangkah, kebanyakan hari-hariku ditentukan oleh Hati nurani untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Memohon petunjuk jalan yang benar jalan yang diridoi oleh Allah Swt Untuk meraih kesuksesan dunia dan akherat.
Aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Yang bisa membahagiakan kedua orang tuaku , Istri dan anak-anaku sampai sekarang aku masih belum tahu dengan pasti kenapa aku menjadi TNI AL, hal yang pasti inilah yang disebut dengan “Kesuksesan”. Saya teringat dengan drama yang pernah saya mainkan dengan teman-teman saya, judul yang kami ambil adalah “Aku adalah nahkoda hidupku”, seperti yang kita ketahui bahwa nahkoda itu adalah yang menentukan kemana kapal berlayar. Sama dengan kehidupan, tubuh ini adalah ibarat kapal, jiwa adalah nahkoda, dan lingkungan adalah laut luas. Coba kita bayangkan jika nahkoda tidak punya rencana akan kapalnya, maka terdapat tiga hal yang terjadi, yaitu :
1.kapal tetap berada di dermaga
Hal ini disebabkan oleh rasa takut dan malas. Dalam hidup ini sering sekali kita berada dalam hal ini, sehingga kita tidak punya cita-cita.
2. kapal terombang-ambing dilautan
Punya keberanian untuk mencoba, tetapi visi, misi, dan strategi tidak jelas sehingga anginlah yang membawa kapal kemana bergerak. Hal ini sangat sering terjadi dalam hidup ini dimana kita bekerja atas pengaruh lingkungan, dan bukan karena visi yang dibuat.
3.kapal sampai ke tujuan
Orang yang punya visi, misi, dan strategi yang jelas sehingga apapun rintangannya akan dihadapi sebagai sebuah “pembelajaran hidup”. Kesalahan kita yang sering kita lakukan adalah marah atas sebuah kesalahan, seharusnya kita harus belajar dari “kesalahan kita dan kesalahan orang lain”.
Jadi apabila ada diantara kita yang sering menyesali hidupnya, mulailah berubah dengan cara membuat visi, misi, dan startegi yang jelas. Lawan yang paling berat dalam menjalani hidup ini adalah diri kita sendiri, begitu jiwa yang memberontak ini bisa ditenangkan maka hidup ini akan bahagia dan terhindar dari rasa kawatir dan takut.

Kamis, 15 Juli 2010

“Sebait Puisi Dari IBU Tercinta, IBU Tercayang”

“Sebait Puisi Dari IBU Tercinta, IBU Tercayang”

Anakku...

Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu !!

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan
kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak
nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku...
Bila ibu boleh memilih untuk ibu berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu !!
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit
kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu
pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke
luar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita
berdua , Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa
sakit, Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,



Anakku...

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau
harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

Maka ibu memilih menyusuimu,!!

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat
berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu
dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak
bisa rasakan

Anakku...

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang
rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle
kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan
kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak...

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...

Hanya tulisan ini yang bisa ayah berikan untukmu nak..Supaya Kau mengerti Betapa Ikhlasnya,Hebatnya perjuangan seorang IBU…

UNTUK ANAKKU TERCINTA...

UNTUK ANAKKU TERCINTA..
”Salsabila Nadhifah Putri”

Engkau yang masih putih
Bagai tebaran kapas
Yang belum tau arti sedih
Belum juga pernah terhempas

Ayah selalu berdoa untukmu
Untuk sopan dan berbudi
Dalam menapaki masa depanmu
Dan beribadah sehari-hari

Ayah selalu risau dalam duka
Akan kehidupan ini
Yang semakin jauh dari norma agama
Kehidupan semakin jauh atas Allah yang Suci

Anakku yang beragama
Hiduplah dalam bimbingan Illahi
Jangan lupa Berbakti Kepada Orang tua,
beribadah,Berdo’a, belajar dan bekerja
Untuk kehidupanmu yang kita damba

Selamatlah di dunia
selamatlah di akherat
Selalu bahagia
Hidup bermartabat

"Salsabila Nadhifah Putri"

"Anakku Tersayang….Salsabila Nadhifah Putri"

Anakku...
Kehadiranmu membawa arti baru dalam hidupku
Senyumanmu menyemangati hidup Ayahmu ini
Hari-hariku kini menjadi berarti
Engkau pelipur dalam Duka

Anakku..
Jadilah Insan yang Solehah
Bantu Ayahmu mengapai Surga
Ilhami ayah dengan senyum polosmu

Anakku...
Saat indah bersama...
Tertawa lepas...
Ayah Rindu...
Akan Sapaanmu yang Lembut
Kau Menanti Ayah Pulang
Di Pintu Depan Engkau Menunggu
Tapi Kini...
Ayah Jauh disisi
Di TNI AL Ayah Mengabdi
Sambil Menimba ilmu
Mengabdi pada Negara dan Menimba ilmu
Bekal Buat anakku...
Kenangan bersamamu pengobat Rindu
Ayah Tampilkan agar Dunia Tahu
Engkau adalah anakku

Ayah kangen Jauh Darimu….

“Do’a pun akhirnya memiliki nama”

“Do’a pun akhirnya memiliki nama”

Anakku tersayang,…..
Meskipun orang-orang di kota tempat engkau dilahirkan berkata
apalah arti sebuah nama.
Ayah melihatnya dari sudut pandang berbeda, dari asal kita, dari Timur
di mana kita yakin bahwa nama adalah doa bahkan sebuah harapan yang abadi.

Anakku tersayang,…..
Tahukah engkau bahwa tidaklah mudah merangkai doa terbaik
yang akan engkau panggul sepanjang hidup bahkan setelah itu?

Anakku tersayang,…..
Ayah berdoa semoga engkau menjadi seorang yang senantiasa Beriman dan Bertakwa Kepada Allah Swt, dan selalu diJalan yang Benar Jalan Yang DiRidoi Allah Swt
Ayah berdoa semoga engkau jadi seorang yang sangat cerdas, Kreatif, Jenius, dan sangat produktif
semoga pula engkau bersemboyan "tiada hari tanpa karya nyata" dalam akal dan hatimu.
Ayah berdoa semoga engkau berani menegakkan kebenaran walau di hadapan penguasa lalim
karena pada saat itu lah "syurga merindukanmu, wahai jiwa yang tenang!"

Anakku tersayang…..,
Tahukah engkau bahwa penyantun adalah nama panggilan leluhurmu
darinya darah mulia mengalir dalam nadimu yang mempesona?
Ayah pun berdoa semoga engkau benar-benar memiliki kebaikan hati
berkat itu engkau mampu menghilangkan derita mereka

Anakku tersayang,…..
Tahukah engkau bahwa menjadi orang fakir sangatlah menyedihkan, melelahkan dan menyakitkan
sampai kita pun berharap semoga engkau selalu bawa keberuntungan dan menjadi kaya?
Ingatlah, jadi kaya dalam arti sebenarnya tidaklah mudah dan sesederhana
seperti yang kita bayangkan dalam dongeng pengantar lelapmu.


Anakku tersayang……,
Ayah berdoa semoga engkau selalu menjadi orang yang benar-benar terpuji
yang selalu membawa kehormatan dan kejayaan keluarga besar kita.
Engkaulah yang akan menyandang namaku layaknya doa terbaik penuh harapan
sejak kelahiranmu sampai dunia hancur, luluh lantak, kiamat dan akhirnya tercipta kembali.

Anakku tersayang,
Doa pun akhirnya memiliki nama !
“Salsabila Nadhifah Putri”

Rabu, 14 Juli 2010

**3 Langkah Menjadi Manusia Terbaik**

**3 Langkah Menjadi Manusia Terbaik**

Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.
Derajat hadits ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.
Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.
Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.
Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.
Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.
Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih. Tidak punya vested interes.
Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?
Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya. Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.
Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.
Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.
Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt. Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.
Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita. Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.
Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.


Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.
Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seorang sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.
Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita. Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.
Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.
Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.
Mudah-muhan yang sedikit ini bisa menginspirasi.